Radiandu
Wednesday, November 13, 2019
Hasil Nyeput dan Pesan yang Terkandung dalam Naskah Tapadalam
السلام عليكم عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji hanya milik Allah SWT. semata dan sholawat serta salam semoga senantiasa selalu tercurah kepada manusia paling mulia, Nabi akhir zaman yakni Baginda Nabi Muhammad SAW.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih sudah berkunjung di blog saya. Kali ini saya akan menceritakan secara ringkas perjalanan mencari pegiat-pegiat naskah kuno atau bahasa kerennya manuskrip kuno dan hasil dari tradisi nyeput. Penasarankan apa itu nyeput? Yuk untuk lebih jelasnya silahkan baca sampai selesai.
Pada hari Rabu, 13 November 2019 pukul 14:20, saya dan delapan teman yang lain pergi ke Desa kr. Raden Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk bertemu dengan pegiat naskah kuno yang bernama Datu Kerta Jati. Beliau adalah salah satu tokoh adat yang masih peduli dengan peninggalan leluhur nenek moyang, bahkan beliau berharap adanya pelajaran tentang naskah kuno dan mempelajari tembang (nyanyian) harus ada dikurikulum pendidikan baik itu SD, SMP, maupun SMA tidak lain tujuannya agar warisan budaya tetap dilestarikan tidak dimakan zaman dan tetap eksis di zaman modern ini. Akan tetapi harapan tersebut belum terwujud sampai sekarang.
Perjalanan kami untuk mengkaji naskah kuno tidak semudah yang dibayangkan, dalam keadaan hujan deras kami tetap pergi demi mendapatkan arti dan makna yang tersirat dibait naskah tersebut. Walaupun pakaian kami semua basah diguyur hujan, tapi sang Tuan rumah, Datu Kerta Jati, sambut kami dengan hangat serta menyuguhi kami dengan teh hangat serta kopi dan beberapacemilan.
Tibalah pada tujuan kami yaitu nyeput. Nyeput adalah mengambil atau memilih salah satu dari lembaran naskah kuno tersebut, kemudian naskah yang kita pilih itu ditembangkan (dinyanyikan dalam bentuk syair) setelah itu diterjemahkan. Kebetulan nama naskah atau kitab yang saya pilih bernama "TAPALADAM" dan nama tembangnya "SINOM" yang berarti pemuda. Tapaladam berisi tentang cerita proses penciptaan manusia. Dari hasil terjemahan tembang Datu Kerta Jati ialah : "Perintah Allah kepada beberapa malaikat untuk turun ke dunia yang ditugaskan untuk mengambil tanah. Ketika malaikat sudah sampai di bumi dan hendak mengambil tanah, kemudian tanah itu marah dan tidak mau diambil. Tetapi malaikat tetap memaksa dan menyampaikan kepada tanah bahwa saya diperintah oleh Allah SWT. (kata malaikat). Akhirnya tanah bersedia dibawa atas perintah Allah SWT".
Makna yang terkandung kaitannya dalam kehidupan sosial adalah perintah yang paling indah yaitu perintah dari Allah SWT. Pesan yang disampaikan oleh Datu Kerta Jati ialah "Jika kamu mau selamat ikutilah kata hati bukan kata perut (hawa nafsu)". Karena Allah memiliki rencana yang lebih baik dalam penciptaan-Nya. Kaitannya dengan pendekatan mimetik adalah banyak orang termasuk penulis yang fakir ilmu lebih mengikuti hawa nafsu dan sering mengabaikan perintah Allah SWT.
ALLAHU'ALAM
Semoga artikel ini bermanfaat. dari penulis masih membutuhkan kritik dan saran. Jangan lupa like dan komen. Terimakasih.
Wednesday, October 23, 2019
Perjuangan Mencari Peninggalan Leluhur Nenek Moyang "Naskah Kuno"
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Mempelajari naskan kuno sama dengan kita menjaga kelestarian warisan leluhur nenek moyang yang hampir rusak dimakan usia dan punah karena perkembangan zaman. Mempelajari dan mengambil nilai yang terkandung didalamnya dapat menambah wawasan serta kekayaan khazanah nusantara semakin kaya serta memperkenalkan kekayaan budaya dan kesusastraan berbagai daerah di Nusantara.
Pada hari senin 20 Oktober 2019, saya mencoba untuk mencari naskna kuno bersama kelompok yang terdiri dari tiga orang (Wahyudin Susila, Yunus T Yanseda, dan saya sendiri Radiandu) di Otak Dese Ampenan Utara. Sebelum ke lokasi kelompok kami kumpul di rumah saya yang kebetulan dekat dengan lokasi. Setelah semuanya pada kumpul kami pun berangkat menggunakan sepeda motor. Perjalanan kami kelokasi memakan waktu sekitar sepuluh menit, sampai disana kami melihat-lihat tempat sekitar, ditempat tersebut kami melihat foto TGH. Muhammad Zaenuddin Abdul Majid atau akrab disebut Maulana Syeikh disamping foto Maulana Syeikh juga terdapat foto Tuan Guru Tretetet, Orang sasak pasti tahu siapa beliau, dari foto tersebut kami berperasangka bahwa di tempat tersebut banyak terdapat benda peninggalan-peninggalan sejarah sasak.
Tidak lama kemudian datanglah pemilik rumah dan kami pun berbincang-bincang terkait tujuan kami datang kerumah beliau, dan sampailah pada pertanyaan inti yaitu "apakah bapak memiliki naskah kuno?" dengan santai bapak tersebut menjawab "saya tidak punya, kebetulan paman saya yang punya dia tinggal di Kopang Lombok Tengah, tapi kalau kamu kesana belum tentu bisa ketemu karena beliau jarang di rumah, beliau sering pergi ke bayan dan tempat-tempat tertentu untuk pergi berguru". Mendengar ungkapan bapak tersebut kami pun pulang dengan tangan kosong.
Pada hari selasa 22 Oktober 2019, saya berencana pergi mencari naskah sendiri ke rumah teman di Geguntur Jempong Selatan, akan tetapi karena teman saya ada kegiatan di kampusnya (UIN MATARAM) dan dia ajak saya ketemu di depan Man 1 Mataram dan membawakan saya beberapa naskah, nama naskah tersebut RAJAHAN bertuliskan arab dan ada gambar-gambar ular dan binatang lainnya. Menurut kepercayaan RAJAHAN itu berisi doa-doa penjagaan, misalnya penjagaan di rumah. Penjagaan buat diri sendiri dengan cara dibuat seperti sabuk. Dari kegiatan observasi tersebut kami banyak mendapatkan wawasan terkait kepercayaan masyarakat tertentu dan tidak sembrang orang yang dapat melihat naskah tersebut secara langsung. Terimaksih Semoga Bermanfaat.
Mempelajari naskan kuno sama dengan kita menjaga kelestarian warisan leluhur nenek moyang yang hampir rusak dimakan usia dan punah karena perkembangan zaman. Mempelajari dan mengambil nilai yang terkandung didalamnya dapat menambah wawasan serta kekayaan khazanah nusantara semakin kaya serta memperkenalkan kekayaan budaya dan kesusastraan berbagai daerah di Nusantara.
Pada hari senin 20 Oktober 2019, saya mencoba untuk mencari naskna kuno bersama kelompok yang terdiri dari tiga orang (Wahyudin Susila, Yunus T Yanseda, dan saya sendiri Radiandu) di Otak Dese Ampenan Utara. Sebelum ke lokasi kelompok kami kumpul di rumah saya yang kebetulan dekat dengan lokasi. Setelah semuanya pada kumpul kami pun berangkat menggunakan sepeda motor. Perjalanan kami kelokasi memakan waktu sekitar sepuluh menit, sampai disana kami melihat-lihat tempat sekitar, ditempat tersebut kami melihat foto TGH. Muhammad Zaenuddin Abdul Majid atau akrab disebut Maulana Syeikh disamping foto Maulana Syeikh juga terdapat foto Tuan Guru Tretetet, Orang sasak pasti tahu siapa beliau, dari foto tersebut kami berperasangka bahwa di tempat tersebut banyak terdapat benda peninggalan-peninggalan sejarah sasak.
Tidak lama kemudian datanglah pemilik rumah dan kami pun berbincang-bincang terkait tujuan kami datang kerumah beliau, dan sampailah pada pertanyaan inti yaitu "apakah bapak memiliki naskah kuno?" dengan santai bapak tersebut menjawab "saya tidak punya, kebetulan paman saya yang punya dia tinggal di Kopang Lombok Tengah, tapi kalau kamu kesana belum tentu bisa ketemu karena beliau jarang di rumah, beliau sering pergi ke bayan dan tempat-tempat tertentu untuk pergi berguru". Mendengar ungkapan bapak tersebut kami pun pulang dengan tangan kosong.
Pada hari selasa 22 Oktober 2019, saya berencana pergi mencari naskah sendiri ke rumah teman di Geguntur Jempong Selatan, akan tetapi karena teman saya ada kegiatan di kampusnya (UIN MATARAM) dan dia ajak saya ketemu di depan Man 1 Mataram dan membawakan saya beberapa naskah, nama naskah tersebut RAJAHAN bertuliskan arab dan ada gambar-gambar ular dan binatang lainnya. Menurut kepercayaan RAJAHAN itu berisi doa-doa penjagaan, misalnya penjagaan di rumah. Penjagaan buat diri sendiri dengan cara dibuat seperti sabuk. Dari kegiatan observasi tersebut kami banyak mendapatkan wawasan terkait kepercayaan masyarakat tertentu dan tidak sembrang orang yang dapat melihat naskah tersebut secara langsung. Terimaksih Semoga Bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hasil Nyeput dan Pesan yang Terkandung dalam Naskah Tapadalam
السلام عليكم عليكم ورحمة الله وبركاته Segala puji hanya milik Allah SWT. semata dan sholawat serta salam semoga senantiasa selalu te...





